
“Tahun depan Pemerintah Kabupaten Tabalong mengupayakan penambahan Panjang lintasan dari saat ini 1.400 meter menjadi 1.600 meter sehingga pesawat Boeing juga dapat mendarat,” tambahnya.
Berbagai pemangku kepentingan mendukung aktivasi Bandar Udara Warukin dipercepat sebagai penggerak konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.
Pasalnya, operasional Bandara Warukin dinilai bukan sekadar menigkatkan kelancaran mobilitas masyarakat, tetapi juga diyakini akan mendorong pertumbuhah ekonomi dan investasi. Tidak hanya di Tabalong saja, namun juga berdampak bagi daerah yang ada di sekitar Bumi Sarabakawa.
H Fani sapaan akrab bupati mengungkapkan, langkah selanjutnya terhadap pengaktifan Bandara Warukin, adalah pelaksanaan Nota Kesepahaman (MoU) antara pihak maskapai, dunia usaha, dan pemerintah daerah di sekitar Tabalong.
“Tahun depan Pemerintah Kabupaten Tabalong mengupayakan penambahan Panjang lintasan dari saat ini 1.400 meter menjadi 1.600 meter sehingga pesawat Boeing juga dapat mendarat,” tambahnya.
Disisi lain, Bupati Barito Timur, M Yamin menegaskan, operasional bandara akan mempercepat mobilitas masyarakat serta memberikan dampak positif terhadap perkembangan dunia usaha, pariwisata, dan sektor-sektor lain yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Senada dengan Bupati Bartim, External Relation Division Head PT Adaro Indonesia, Rinaldo Kurniawan, menyatakan pihaknya menyambut baik rencana reaktivasi Bandar Udara Warukin.
Ia menilai kehadiran Bandara Warukin akan mendukung efektivitas dan efisiensi kegiatan operasional perusahaan.
Melalui forum strategis ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan maskapai penerbangan dapat segera terwujud guna mempercepat realisasi operasional Bandar Udara Warukin sebagai simpul konektivitas baru dan pengungkit pertumbuhan ekonomi regional di Kabupaten Tabalong dan Kabupaten di sekitarnya.
Sebelumnya, Konsultan dari PT Fistlight Aldyto Wahana selaku penyusun dokumen hasil studi menyampaikan bahwa besarnya potensi industri di Kabupaten Tabalong dan wilayah sekitarnya menjadi pertimbangan strategis dalam pengoperasian kembali Bandar Udara Warukin.
Aktivasi bandara dinilai akan meningkatkan mobilitas pelaku usaha, memperlancar koordinasi antarinstansi, serta memperkuat konektivitas antarwilayah seperti Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, hingga Kabupaten Paser.
Dalam paparan studi, disampaikan bahwa simulasi perhitungan tarif berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, termasuk komponen tuslah, PPN, dan Airport Tax. Dengan asumsi penggunaan pesawat berkapasitas 30 penumpang, estimasi tarif rute yang dapat dilayani adalah sebagai berikut:
1. Warukin – Banjarmasin: sekitar Rp734.000,-
2. Warukin – Balikpapan: sekitar Rp900.000,-
3. Warukin – Jakarta (Bandar Udara Halim Perdanakusuma): hingga Rp3.300.000,-
4. Warukin – Surabaya: hingga Rp2.000.025,-
Diketahui, selain Bupati Tabalong dan Bupati Barito Timur, forum tersebut turut dikuti Ketua DPRD Kabupaten Tabalong, Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, Kementerian Perhubungan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tabalong hingga Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Paser.
Sementara dari dunia usaha, turut hadir perwakilan dari PT Adaro Indonesia, PT Alamtri Resources Indonesia, PT Putera Perkasa Abadi, dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama.
Disana juga turut hadir dari pihak maskapai penerbangan. Diantaranya Pjs Vice President Airport-Training PT Pelita Air Service serta Chief Commercial Officer Fly Jaya. (din)