Drama Kabaret Pukau Hadirin Pembukaan MTQN Balangan di Tebing Tinggi

Gambar: Peragaan Drama Kabaret oleh pelajar pada Pembukaan MTQN ke-16 Tingkat Kabupaten Balangan di Kecamatan Tebing Tinggi, Desa Sungsum. 

“Saya tidak gugup, sudah bisa, kita latihan sekitar satu minggu”, ujar Adit.

PARINGIN, Mercubenua.net – Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-16 Tingkat Kabupaten Balangan Kecamatan Tebing Tinggi, di Desa Sungsum, Sabtu 19 Agustus Sore tadi, dipadati masyarakat.

Hadir sebagai pembuka kegiatan, Drama Kabaret yang diperankan oleh delapan pelajar dari sejumlah sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi sukses menghibur dan memukau tamu undangan, termasuk seluruh masyarakat yang berhadir.

Beragam objek wisata dan kearifan lokal serta kebiasaan masyarakat yang terdapat di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi dengan piawai oleh siswa satu persatu diperkenalkan kepada tamu undangan.

Diantaranya dari objek wisata Gunung Hantanung, Riam Bainggi hingga Sungai Maranting. Termasuk kebiasaan masyarakat seperti Manoreh (Menyadap Karet), Bantanjang (Menanam Padi di Sawah) dan Barincah (membersihkan lahan disawah).

Pembina sekaligus pemilik ide cerita dan sutradara Drama Kabaret, Nuril Anwar, mengatakan persembahan Drama Kabaret berjudul Basatu Budaya Dalam Wisata – Kasumbungan Buhan Panglima Pangku Alam Budaya.

Gambar: Nuril Anwar S Pd Gr M Pd

Nuril menjelaskan drama ini bertujuan untuk memeriahkan pembukaan MTQ Nasional ke-16 Kabupaten Balangan di Kecamatan Tebing Tinggi.

“Drama Kabaret merupakan drama lipsink bertajuk drama musikal dipadukan dengan komedi segar dan renyah yang disesuaikan dengan kondisi alam dan budaya Tebing Tinggi dengan menganut lagam Bahasa lokal Bahasa Banjar Pahuluan, Hulu Balangan, Yaitu Tebing Tinggi”, jelas Nuril.

Ia berharap objek wisata yang terdapat di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan Kalsel bisa lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas sehingga bisa meningkatkan perekonomian warga.

Salah satu pemain Drama Kabaret Subhan Aditya, mengaku sangat bangga bisa membawakan petunjukan untuk lebih mengenalkan Tebing Tinggi kepada masyarakat luas. 

“Saya tidak gugup, sudah bisa, kita latihan sekitar satu minggu”, ujar siswa kelas XI IPS SMAN 1 Tebing yang biasa disapa rekannya Adit. (mer/din).