
BANDUNG, Mercubenua.net – Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani (H.Fani) dua buah penghargaan atas dukungan dan kontribusi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong terhadap kelancaran kegiatan industri hulu minyak dan gas bumi.
Penghargaan pertama diberikan atas diseminasi keselamatan jalur pipa migas dan kelancaran pengeboran sumur migas di wilayah Kabupaten Tabalong.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh General Manager Zona 9 Subholding Upstream Pertamina, Regional 3 Kalimantan PT Pertamina Hulu Indonesia, Dadang Soewargono, kepada H. Fani dalam forum Upstream Oil and Gas Executive Meeting Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Tahun 2026, yang berlangsung di Hotel Pullman Bandung Grand Central, Jawa Barat selama dua hari.
Apresiasi ini diberikan atas peran Pemerintah Kabupaten Tabalong dalam mendukung penyebarluasan informasi keselamatan jalur pipa migas serta kelancaran kegiatan pengeboran di wilayahnya.
Kemudian, penghargaan kedua diberikan atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tabalong terhadap kelancaran kegiatan usaha hulu migas.
Penghargaan ini diserahkan oleh Donny Indrawan, Manager Communication Relations & Community Involvement and Development (Comrel & CID) Regional 3 PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI).
Kedua penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap dukungan dan kerja sama Pemerintah Kabupaten Tabalong dalam mendukung kegiatan operasional industri hulu migas di daerah.
Bagi Pemerintah Kabupaten Tabalong, apresiasi menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dengan SKK Migas dan Pertamina, khususnya dalam menjawab berbagai kebutuhan daerah yang bersinggungan dengan kegiatan industri migas.
Bupati Tabalong H. Fani berharap komunikasi Pemkab Tabalong dengan SKK Migas dan Pertamina dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret, terutama terkait optimalisasi sumur tua, pemeliharaan fasilitas migas yang digunakan masyarakat, serta penyelarasan program pemberdayaan masyarakat dengan kebutuhan daerah.
“Kita berharap produksi minyak dan gas semakin meningkat. Tentu ini juga menjadi harapan masyarakat di daerah kami dan Indonesia pada umumnya,” tandas H. Fani, Kamis kemarin.
Selain persoalan produksi dan infrastruktur, H. Fani menyoroti pentingnya penyelarasan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dengan arah pembangunan pemerintah daerah.
Ia berharap penyusunan program pemberdayaan masyarakat oleh Pertamina dapat dilakukan melalui komunikasi dan koordinasi yang lebih erat dengan pemerintah kabupaten. Sehingga program perusahaan tidak berjalan sendiri, melainkan dapat mendukung pencapaian visi-misi dan prioritas pembangunan daerah.
“Kami berharap CSR perusahaan dapat berkolaborasi dengan visi-misi pemerintah setempat, sehingga hasil yang dicapai benar-benar sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah,” ujar H. Fani.
Menurut H. Fani, sinergi tersebut harus menghasilkan manfaat bersama, bukan hanya bagi keberlanjutan operasional perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah kegiatan migas.
Ia menegaskan Pemkab Tabalong tetap mendukung investasi dan kegiatan industri hulu migas, sepanjang dibangun melalui komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang saling memberikan manfaat. (din/*)