
“Saya sudah sering menyampaikan kepada kepala desa untuk membuat desa tematik, selalu saya sampaikan itu,” ujarnya.
TANJUNG, Mercubenua.net – Desa Tematik menjadi salah satu “action plan” yang diinginkan Bupati Tabalong, Ir HM Noor Rifani, untuk menuntaskan kemiskinan di Bumi Sarabakawa.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan pada rapat Pra Musrenbang Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tingkat Kabupaten tahun 2027 yang digelar di Balai Rakyat H Dandung Suchrowardi, Senin (9/3/2026).
Dalam sambutannya Noor Rifani menegaskan bahwa upaya pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya melalui rapat atau perencanaan, namun harus diikuti dengan langkah nyata yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat.
“Harus ada aksi nyata, harus jelas sekarang apa yang akan kita lakukan, harus ada action plannya untuk menigkatkan pendapatan,” tegas H Fani sapaan akrab Bupati.
Menurut H Fani konsep Desa Tematik dapat menjadi salah satu strategi untuk menggali potensi desa sekaligus mendorong aktivitas ekonomi baru yang mampu meningkatkan pendapatan warga.
“Saya sudah sering menyampaikan kepada kepala desa untuk membuat desa tematik, selalu saya sampaikan itu,” ujarnya.
Menurutnya, sejumlah wilayah yang selama ini dikenal sebagai kantong-kantong kemiskinan justru memiliki potensi yang bisa dikembangkan apabila diberikan intervensi yang tepat dari pemerintah daerah. Misalnya seperti di wilayah Pugaan dan Banua Lawas.
“Di situ yang kita lakukan intervensi, kita berikan pelatihan, UMKM-nya kita jadikan kebiasaannya apa,” kata H Fani.
“Di sana penghasil telur banyak, coba (dorong) bikin telur asin atau telur apa. Kita bikin (langkah-langkah) inovatif supaya disana berkembang. Desa tematik penghasil telur,” tambahnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan seluruh pihak terkait agar bisa memahami tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) dalam strategi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Strategi meningkatkan pendapatan, dari 7 program prioritas (Tabalong SMaRT) sebenarnya sudah ada langkah-langkah yang kita inginkan, kawan-kawan bapak ibu harus memahami tupoksinya itu,” timpal H Fani.
Ia juga menambahkan, salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah daerah adalah mencetak 15.000 tenaga kerja terampil, Kredit Tabalong SMaRT dengan Bunga 0% hingga membantu warga mengakses dunia usaha.
“Untuk meningkatkan pendapatan, apa yang kita lakukan? Kita mencetak 15.000 tenaga terampil. Itu cara kita agar mereka punya kemampuan dan keterampilan. Ini harus kita perkuat,” jelasnya.
Lanjutnya lagi, pemerintah daerah juga terus mendorong penguatan sektor UMKM dan ekonomi masyarakat melalui berbagai program.
“Bagaimana sektor UMKM kita dorong, semua pihak terkait harus saling berkoordinasi. Permodalannya sudah kita siapkan dengan Kredit Tabalong SMaRT dengan bunga nol persen. Termasuk membantu mereka untuk mengakses dunia usaha,” terangnya.
Selain itu, H Fani juga meminta para camat untuk memastikan data. Jangan sampai orang yang telah mampu tetapi masih masuk dalam data kemiskinan.
“Camat tolong untuk memastikan data warga yang masuk desail 1, 2 , 3 dan 4. Kemudian data Silangkar coba (lakukan) verifikasi bawa ke desa masing-masing, pastikan lagi,” pungkasnya.
Ia berharap sinergi dan kolaborasi dan kebersamaan terus ditingkatkan untuk menuntaskan kemiskinan di Tabalong. (din)