
“Jika setiap Muslim memiliki kepedulian seperti ini. Tidak akan ada yang menipu, tidak akan ada yang menzalimi, dan tidak ada saling menjatuhkan,” ucap Khatib.
REDAKSI – Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah, begitu khatib di Mimbar Jum’at memulai khotbahnya.
Doa agar semuanya selaku mendapat rahmat Allah SWT, dipanjatkan sang Khatib Sholat Jum’at, (29/8/2025).
Khatib juga berpesan agar kita senantiasa selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah.
Meningkatkan ketakwaan dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu menaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Mengutip sabda Baginda Nabi Muhammad SAW melalui hadist Imam Bukhari dan Muslim, “Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian, hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri”, Khatib menyampaikan menyayangi sesama seperti menyayangi diri sendiri.
Melalui hadist tersebut mengajarkan kepada kita bahwa rasa cinta, kasih sayang, dan kepedulian kepada sesama adalah bagian dari kesempurnaan iman.
Bukan hanya hubungan ibadah vertikal dengan Allah yang ditekankan, tetapi juga hubungan horizontal antar manusia.
“Jika setiap Muslim memiliki kepedulian seperti ini. Tidak akan ada yang menipu, tidak akan ada yang menzalimi, dan tidak ada saling menjatuhkan,” ucap Khatib.
Sebab, setiap orang akan berpikir Kalau aku tidak mau disakiti, aku pun tidak boleh menyakiti orang lain.
Menyayangi sesama bukan hanya berlaku untuk keluarga dan sahabat saja, tetapi untuk seluruh umat manusia.
Termasuk mereka yang berbeda suku, ras, bahkan agama. Karena Islam adalah rahmat bagi semua makhluk, bukan hanya bagi orang Islam.
Khatib mengajak kita semua untuk selalu menumbuhkan rasa empati kepada sesama, menjauhi sifat egois, sombong, hingga merasa paling benar sendiri.
Kita senantiasa agar memperbanyak amal kebaikan sosial, seperti membantu yang lemah, memberi makan yang lapar, dan menyapa tetangga dengan senyum dan salam.
Ingatlah, iman akan terus bertambah jika kasih sayang kepada sesama terus tumbuh. Dan Allah tidak akan menyayangi seorang hamba yang tidak menyayangi sesama makhluk-Nya. **