
“Ini bukan hanya soal pertanian, tapi menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat. Mereka siap menggarap dua kali setahun, asal lahannya dioptimalkan. Kita akan bawa ini ke dinas terkait agar bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
TANJUNG, Mercubenua.net – Pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabalong kembali menjalani masa reses selama enam hari, mulai 4 hingga 9 Agustus 2025.
Reses tersebut digelar di 12 titik lokasi, salah satunya di Desa Batang Banyu, Kecamatan Banua Lawas yang dilakukan oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Tabalong dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, Hj Noor Farida, Selasa kemaren.
Noor Farida memanfaatkan momentum reses ini untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat di wilayah selatan.
Dalam forum dialog terbuka bersama warga dan aparat desa, Hj Noor Farida menerima sejumlah masukan penting yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
Salah satunya adalah permintaan untuk mengoptimalkan kembali lahan rawa lebak yang telah belasan tahun tidak dapat digarap oleh petani setempat.
Selain itu, warga juga menyuarakan keluhan terkait infrastruktur jalan dan jembatan yang kondisinya memprihatinkan.
Salah satu yang disoroti adalah jembatan di dekat Objek Wisata Religius Kubah Makam Durahman dan Durahim di Desa Batang Banyu menuju Desa Bangkiling yang menjadi akses vital.
Jembatan sepanjang 12 meter dengan lebar 4 meter tersebut kini tidak bisa dilalui kendaraan bermuatan berat, sehingga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kalau jembatan itu putus, kami tak bisa lagi ke Bangkiling. Padahal ini jalur utama kami,” ujar Baderi, Kepala Desa Batang Banyu menyuarakan aspirasi warga.
Lanjut, Kelompok tani dari Desa Batang Banyu juga mengusulkan bantuan alat mesin panen padi (combine harvester), mengingat mayoritas penduduk di wilayah tersebut adalah petani.
Mereka juga meminta agar excavator ampibi dapat diturunkan untuk menormalisasi sungai di sekitar desa guna mendukung budidaya ikan dan pengairan sawah.
Permintaan lain datang dari perwakilan warga Desa Hapalah yang menginginkan adanya pengerasan jalan umum yang menghubungkan Desa Hapalah, Desa Bangkiling Raya, dan Desa Bangkiling, karena ketiga desa ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Termasuk juga jalan dan jembatan umum lain yang ada di desa lainnya, seperti di Desa Purai, Habau Talan, Sei Anyar.
Sementara, Hj Noor Farida menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat Banua Lawas.
“Banyak sekali kebutuhan di Banua Lawas. Kita ingin wilayah selatan ini juga terlihat pembangunannya, apalagi ini sejalan dengan program prioritas bupati terkait jalan dan jembatan mantap,” kata Noor Farida.
“Ini bukan hanya soal pertanian, tapi menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat. Mereka siap menggarap dua kali setahun, asal lahannya dioptimalkan. Kita akan bawa ini ke dinas terkait agar bisa segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Noor Farida juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program-program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah daerah.
“Semua pihak harus saling berkolaborasi. Ulun ingin Banua Lawas ini menjadi kebanggaan Kabupaten Tabalong,” tutupnya. (mer/din)