
“Kita sudah melihat (kondisi) sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan akan terus kita bina, kita pastikan infrastruktur akan terus kita benahi,” tegas H Fani.
TANJUNG, Mercubenua.net – Di tengah kepungan hutan yang lebat dan medan yang sulit dijangkau, sebuah desa kecil Dambung Raya Kecamatan Bintang Ara menjadi tempat ujian bagi upaya pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan yang merata.
Di desa ini, ada terdapat warga yang menderita sakit, namun terbatasnya akses menuju fasilitas medis membuat mereka harus mengandalkan solusi lain, salah satunya Layanan Kesehatan Homecare.
Desa Dambung Raya terletak sekitar perbatasan provinsi Kalimantan Tengah, dengan waktu tempuh sekitar 4 jam dari pusat Kota Tanjung.
Jalanan berbatu dan tak terawat membuat mobilitas warga untuk mengakses layanan kesehatan menjadi sangat terbatas.
Banyak warga, terutama yang sudah lanjut usia, kesulitan untuk berangkat ke puskesmas atau rumah sakit, meski kondisi mereka membutuhkan perhatian medis.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi, menjadi salah satu masalah kesehatan utama yang juga dijumpai di desa ini.
Penyakit yang sering disebut sebagai “silent killer” ini tidak memiliki gejala yang mudah dikenali, namun dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal jika tidak ditangani dengan baik.
Sebagai langkah untuk mengatasi permasalahan ini, layanan kesehatan homecare pada Program Prioritas Tabalong SMaRT (Sejahtera, Maju, Religius, Terdepan), Tabalong Pasti Sehat semakin mendapat perhatian.
Layanan ini memungkinkan petugas medis untuk datang langsung ke rumah warga, memantau kondisi kesehatan mereka secara berkala, dan memberikan perawatan sesuai dengan kebutuhan gejalanya.
“Saya sudah tidak bisa ke puskesmas karena kondisi yang semakin lemah,” ujar Alex, seorang warga Dambung Raya, Sabtu lalu.
Namun dengan adanya layanan homecare, petugas medis bisa datang ke rumah, memeriksa kesehatan dan memberikan obat yang tepat.
“Kami sangat berterima kasih sekali, kami tidak menyangka Pak Bupati datang, ini sangat membantu, harus terus berlanjut pak,” ucap Alex langsung dihadapan Bupati Tabalong yang sedang melaksanakan Bunga Desa (Bupati Bagana di Desa) di Desa Dambung Raya.
Sementara, Bupati Tabalong Ir HM Noor Rifani mengatakan pihaknya sudah melihat langsung kondisi infrastruktur, sosial, ekonomi, pendidikan hingga kesehatan warga di Dambung Raya dan sekitarnya.
Dalam kesempatan berbincang dengan Pak Alex, Bupati yang akrab disapa H Fani ini menyampaikan bahwa infrastruktur di desa ini akan terus dilakukan pembenahan.
“Kita sudah melihat (kondisi) sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan akan terus kita bina, kita pastikan infrastruktur akan terus dibenahi,” tegas H Fani.
Sedangkan, Mulyadi salah satu warga setempat, menyambut baik dan menilai layanan homecare membawa dampak positif, namun tantangan besar tetap ada.
Keterbatasan sumber daya manusia dan akses internet yang minim di Desa Dambung Raya menjadi beberapa hambatan yang perlu segera diatasi.
“Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah dan organisasi kesehatan dan yang lainya, kita berharap program ini akan semakin berkembang,” imbuh bapak dua cucu ini.
“Layanan ini harus diperluas jangkauannya, petugasnya ditambah,” tambah Mulyadi.
Disisi lain layanan kesehatan homecare memang menjadi solusi yang sangat efektif, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Masih banyak warga yang menderita sakit, namun tidak mendapatkan perawatan tepat waktu karena faktor infrastruktur yang belum memadai.
Dengan adanya layanan homecare, ini menjadi asa baru bagi warga Dambung Raya dan sekitarnya, untuk mendapatkan pengobatan dan pengawasan langsung dari petugas kesehatan tanpa mereka harus melakukan perjalanan jauh.
Selain pemeriksaan kesehatan, salah satu komponen penting dalam layanan homecare adalah edukasi mengenai cara menjaga gaya hidup sehat.
Para tenaga medis yang terlibat dalam program homecare tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada pasien dan keluarganya mengenai pola makan sehat dan pentingnya olahraga. Melalui edukasi, warga diharapkan menjadi lebih sadar dan peduli dengan kesehatan.
Dengan berlanjutnya inovasi dalam layanan kesehatan berbasis rumah ini, diharapkan warga yang dalam kondisi kesehatan sedang bermasalah khususnya yang tinggal desa-desa terisolir ini tidak hanya dapat bertahan hidup, tetapi juga bisa menjalani kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas. (mer/din)