
“Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas, namun pendekatan yang humanis terhadap ODGJ juga harus dikedepankan,” tegas PS Kasi Humas.
TANJUNG, Mercubenua.net – Tidak disangka hari Selasa (15/7/2025) akan menjadi salah satu hari yang penuh ketegangan bagi warga Desa Takulat, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong.
Namun, di tengah ketegangan itu, ada kisah kolaborasi yang luar biasa diantara masyarakat dengan aparat kepolisian.
Kisah ini bermula dari seorang pria yang mengamuk dengan membawa senjata tajam jenis pisau, membuat keresahan dan kepanikan di permukiman warga.
Pria tersebut, berinisial FN (32), seorang warga Desa Pasar Panas yang diketahui sedang mengalami gangguan jiwa (ODGJ). Dia sudah beberapa kali dirawat di rumah sakit jiwa. Tak ada yang menyangka, FN beraksi dengan cara yang cukup mengkhawatirkan.
Beberapa warga yang melihat perilaku agresif FN segera melaporkannya ke aparat setempat. Salah satu yang memberikan informasi cepat adalah Kopral Ade, anggota Koramil Kelua, yang langsung menghubungi Polsek Kelua.
Mendengar kabar ada seseorang mengamuk dengan pisau. Begitu mendapat laporan, Polsek Kelua dipimpin Kapolsek IPTU Gunawan AS langsung bergerak cepat mendatangi lokasi FN mengamuk.
Namun berkat ketenangan dan kerjasama yang solid antara polisi dengan warga, proses pengamanan terhadap FN dapat berlangsung tanpa ada insiden lebih lanjut.
FN berhasil diamankan oleh petugas dengan mengedepankan keselamatan bersama. Tanpa ada perilaku anarkis.
“Kami berterima kasih kepada warga yang ikut membantu dengan tenang tanpa tindakan anarkis. Penanganan terhadap ODGJ harus dilakukan secara manusiawi dengan tetap menjaga keselamatan bersama,” kata IPTU Gunawan.
“Tindakan cepat ini adalah bentuk kolaborasi antara aparat dan masyarakat,” tambah Kapolsek Kelua.
Setelah berhasil diamankan, FN langsung dibawa ke Puskesmas Kelua untuk mendapatkan pemeriksaan awal, sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum untuk penanganan medis lebih lanjut.
Langkah ini sejalan dengan harapan pihak aparat dan masyarakat bahwa FN harus mendapatkan perawatan yang lebih intensif, mengingat kondisi kesehatannya yang memerlukan perhatian khusus.
Dari penuturan Kepala Desa Pasar Panas, Hilal, FN memang dikenal sebagai warga yang sudah lama menderita gangguan jiwa.
“FN sudah beberapa kali dirawat di RSJ Sambang Lihum. Kami mendukung langkah Polsek Kelua dan berharap FN bisa kembali mendapatkan perawatan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Yang menarik dari peristiwa ini adalah bagaimana kolaborasi antara Polsek Kelua dan warga dapat menciptakan solusi yang aman dan penuh empati.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana melalui PS Kasi Humas IPTU Joko Sutrisno menyampaikan Polri akan terus bersinergi dengan unsur TNI, dan masyarakat untuk memberikan layanan dalam menangani kasus-kasus sosial seperti yang dialami FN.
“Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas, namun pendekatan yang humanis terhadap ODGJ juga harus dikedepankan,” tegas PS Kasi Humas.
Lanjutnya kejadian yang menimpa FN, penting dijadikan penanda sebagai pengingat untuk deteksi dan penanganan dini terhadap warga yang mengalami gangguan kejiwaan. (mer/din)