
“Mari bersama-sama melakukan intervensi,” tandas bupati.
TANJUNG, Mercubenua.net – Sejumlah langkah akan diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong dalam rangka menangani kasus stunting.
Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) rencana aksi penanganan stunting, dipimpin langsung oleh Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani, dan Wakil Bupati, Habib Muhammad Taufani Alkaf di Aula Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tabalong, Rabu kemarin.
Bupati Tabalong menyampaikan pihaknya telah menyusun langkah-langkah strategis dalam penanganan stunting yang mengedepankan kolaborasi dan sinergi. Salah satunya ialah memastikan kesamaan data anak yang dalam kondisi stunting.
Selanjutnya, terhadap anak yang dinyatakan stunting pihaknya akan membagi masing-masing SKPD, Kecamatan hingga dan Pemerintahan Desa untuk melakukan penanganan dengan menjadi orang tua asuh.
“Saya yakin kalau saling berkolaborasi dan bersinergi, dua sampai tiga bulan nanti akan terjadi perubahan terkait jumlah anak-anak yang stunting,” ujar H Fani sapaan akrab Bupati.
Intervensi jangka pendek juga diambil sebagai langkah penanganan stunting. Mulai dari penambahan gizi, melalui pemberian vitamin dan lainnya agar pertumbuhan anak cepat berkembang hingga stunting dapat turun.
“Mari bersama-sama melakukan intervensi,” tandasnya.
Tindakan cepat Pemkab Tabalong melalui intervensi stunting perlu diambil mengingat berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang menyatakan prevalensi stunting naik sekitar 5%. Dari 18,1% menjadi 23,1%.
Sementara, Plt Kepala Dinkes Tabalong, H Husin Ansari menjelaskan sebagai langkah penanganan, anak-anak yang dinyatakan dalam kondisi stunting ini sudah terdata by name, by address dan sudah dimasukan ke dalam inovasi Sistem Informasi Penanganan Stunting (Si-Penting).
Data tersebut menjadi rujukan seluruh SKPD dalam melakukan intervesi prevalensi Stunting. Data selalu diupdate setiap bulan oleh kader posyandu dan puskesmas di semua kecamatan.
“Data yang dijadikan rujukan oleh semua SKPD, semua kegiatan terkait penanganan stunting,” kata Husin.
Ia menambahkan tindak lanjut usai rakor ini, pihaknya akan meluncurkan aplikasi Si-Penting dan membagi orang tua asuh dari anak-anak yang stunting.
Ia menyampaikan akan berkoordinasi dengan dinas terkait, kira-kira makanan apa yang cocok untuk anak-anak (stunting)
“Kami juga mendapatkan bantuan 7.000 susu dari kementerian untuk penanganan stunting,” tambahnya. (din)