
“Insya Allah tahun ini semua masjid, listriknya kami bayarkan, supaya kehidupan religius nampak dalam keseharian masyarakat,” ungkapnya.
TANJUNG, Mercubenua.net – Perhatian serius terhadap sarana dan prasarana tempat ibadah merupakan salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong mewujudkan Bumi Sarabakawa menjadi sebagai daerah yang religius melalui Program Tabalong SMART. (Sejahtera, Maju, Religius, Terdepan).
Hal tersebut disampaikan Bupati Tabalong Ir HM Noor Rifani dalam sambutannya saat turut dan membuka kegiatan Kuliah Subuh Ramadhan 1447 H di Gedung Serbaguna Misbahul Wathan Desa Sei Rukam I, Kecamatan Pugaan, Kamis (19/2/2026).
“Berkaitan dengan Program Tabalong SMART, kami ingin mewujudkan Tabalong Religius,” kata Bupati Tabalong.
Ia menjelaskan makna religius, masyarakat di daerah ini benar-benar melaksanakan dan mengamalkan apa yang diperintahkan dan dilarang agama dalam kehidupan sehari-hari. H Fani, sapan akrabnya, meyakini dengan kehidupan yang religius, Tabalong akan mendapatkan berkah dari Allah SWT.
“Saya yakin dengan kehidupan yang religius, Tabalong akan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” ujarnya.
H Fani mengungkapkan mendukung kehidupan religius, Pemkab rencananya juga akan menggratiskan listrik pada semua masjid, yang sebelumnya juga sudah dilakukan terhadap langgar dan mushola yang ada di Tabalong.
“Insya Allah tahun ini semua masjid, listriknya kami bayarkan, supaya kehidupan religius nampak dalam keseharian masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan terkait Program Tabalong SMART, Satu Desa Satu Da’i, hingga saat ini pihaknya telah menjalin kerjasama dengan 9 Pondok Pesantren yang ada di Bumi Sarabakawa. Termasuk kemungkinan menjajaki kerjasama dengan Universitas Pencetak Da’i di Negeri Yaman dan Mesir dalam waktu dekat.
“Program Tabalong SMART ini salah satu programnya adalah Satu Desa Satu Da’i. Alhamdulilah ini sudah berjalan, Sembilan Pondok Pesantrn sudah menjalin kerja sama untuk mencetak anak-anak generasi ke depan menjadi Da’i,” jelas H Fani.
Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Pesantren Ramadhan Misbahul Wathan, Bahtiar, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti warga dari Enam Karyah (lingkungan) Langgar. Empat dari Kecamatan Pugaan dan dua dari Kecamatan Banua Lawas. Serta sudah berlangsung hampir 20 tahunan.
Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi kepada Pemkab Tabalong yang telah memberikan dukungan nyata melalui program Tabalong SMART.
“Kami dari warga Tabalong khususnya dari Desa Sei Rukam I dan Sei Hanyar memberikan apresiasi, selama 1 tahun ini sudah banyak (program) yang bisa kami rasakan,” kata Bahtiar.
“Beberapa puluh tahun silam kaum Langgar tidak pernah dapat insentif, Alhamdulillah saat ini sudah mulai mendapatkan insentif,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Pemkab Tabalong yang telah menanggung pembiayaan operasional air leding dan listrik pada tempat ibadah langgar dan mushola.
Selain meningkatkan jalinan silaturahmi sesama warga, kegiatan ini disampaikan Bahtiar bertujuan untuk membentengi generasi muda agar tidak terjerumus dalam tindakan kenalakan remaja.
“Ini kita harapkan bisa menjadi benteng mereka agar terus berada dijalan benar dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan,” tegasnya.
Diketahui, menjadikan Ramadhan sebagai momentum hijrah menuju pribadi bertaqwa, Pesantren Ramadhan di Gedung Serbaguna Misbahaul Wathan ini tidak saja menghadirkan Da’i atau Ustadz asal Tabalong saja, tetapi juga mengundang dari daerah-daerah tetangga seperti Amuntai dan lainnya. (din)