Respon Keluhan Masyarakat, Polres Tabalong Tertibkan Truk Batubara di Jalan Umum

Gambar: Polres Tabalong

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan koordinasi lintas sektor guna menjaga keamanan, kelancaran dan kenyamanan masyarakat dalam berlalulintas, terutama di saat-saat krusial seperti arus balik mudik” pungkas Ismoyo.

TANJUNG, Mercubenua.net – Puluhan truk bermuatan batubara tertahan di sepanjang jalan kawasan Gunung Batu hingga simpang tiga Guru Danau, Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak.

Peristiwa tersebut pun banyak direkam oleh warga dan ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Dari video yang beredar, puluhan truk berwarna kuning dengan bak tertutup terpal tertahan dan berjejer di sepanjang jalan.

Bukan hanya tertahan tak bisa melanjutkan perjalanan menuju ke arah Banjarmasin, tetapi dalam narasi video beredar disebutkan beberapa truk ada yang putar balik.

Dalam video lain, terlihat beberapa petugas kepolisian berada dikawasan tersebut sedang melakukan pengaturan.

Terkait beredarnya video tersebut, Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J membenarkan adanya giat penertiban terhadap truk bermuatan yang melintas di jalan umum.

Giat dilakukan pihaknya bersama personel Satbrimob Yon C Pelopor Tanjung dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas di tengah meningkatnya arus balik mudik Lebaran 1446 Hijriah.

“Tepatnya di depan Pos Lantas Simpang Guru Danau, Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Selasa malam (8/4/2025) malam sekitar pukul 21.00 Wita,” kata Ismoyo, saat dikonfirmasi Rabu kemaren.

Ismoyo menyebut giat ini juga merupakan respon cepat atas banyaknya laporan, pengaduan, dan keluhan dari masyarakat yang resah dengan keberadaan angkutan batu bara di jalur umum. 

Selain menimbulkan kerusakan infrastruktur jalan akibat beban berat, truk-truk tersebut juga berisiko memperparah kemacetan dan memicu kecelakaan lalu lintas, terlebih di saat volume kendaraan masih tinggi dalam momen arus balik lebaran.

Dalam pelaksanaan penertiban, seluruh truk batu bara yang sudah terlanjur melintas diarahkan untuk memutar balik ke area parkir perusahaan.

Kemudian batu bara yang telah diangkut diturunkan kembali ke stockpile perusahaan. Setelah itu, para sopir meninggalkan lokasi secara tertib tanpa insiden.

Dalam operasi ini, Polres Tabalong tidak melakukan penindakan berupa penilangan terhadap para sopir angkutan. 

Keputusan ini diambil secara bijak dengan mempertimbangkan situasi di lapangan agar tidak menimbulkan ketegangan ataupun gesekan antara aparat, pengemudi dan masyarakat.

Pasalnya, tujuan utama dari penertiban ini adalah menjaga stabilitas kamtibmas dan mengurai potensi gangguan lalu lintas di masa arus balik lebaran. 

“Oleh karena itu, kami mengambil pendekatan persuasif dan humanis, tanpa melakukan penilangan. Kami lebih mengutamakan pencegahan dan edukasi” jelas Ismoyo.

Ismoyo mengatakan langkah ini merupakan bentuk pengayoman Polri kepada masyarakat, sekaligus bagian dari solusi jangka pendek untuk menghindari konflik sosial di lapangan. 

Namun demikian, pihaknya tetap menegaskan bahwa aturan tetap harus dipatuhi dan akan ada evaluasi terhadap kepatuhan perusahaan tambang terhadap ketentuan jalur angkutan.

“Kami berharap semua pihak memahami bahwa kepolisian tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tapi juga pada solusi dan stabilitas sosial” harapnya.

Pihaknya tetap mengedepankan teguran dan pembinaan sebagai langkah awal, dengan harapan perusahaan dapat lebih disiplin dan taat aturan ke depannya.

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan koordinasi lintas sektor guna menjaga keamanan, kelancaran, dan kenyamanan masyarakat dalam berlalulintas, terutama di saat-saat krusial seperti arus balik mudik” pungkas Ismoyo. ***