
“Penambahan modal ini kita utamakan untuk Kredit Tabalong Smart. Harapannya, dengan tambahan modal ini inklusi keuangan semakin luas dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Tabalong,” jelasnya.
TANJUNG, Mercubenua.net – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tabalong Bersinar kembali melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), membahas soal penambahan modal dan rencana pembagian dividen.
Dalam RUPS itu, turut dihadiri seluruh pemegang saham, yakni Pemerintah Kabupaten Tabalong, BPD Bank Kalsel, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diwakili Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Kalsel.
“Pemegang saham hadir semua dan dua agenda utama sudah disepakati, yaitu penambahan modal dan rencana pembagian dividen,” ujar Bupati Tabalong, Ir HM Noor Rifani (H Fani) saat diwawancara usai RUPS di KCM, Selasa lalu.
Dalam RUPS tersebut disepakati penambahan modal sebesar Rp18,138 miliar yang akan difokuskan untuk mendukung Kredit Tabalong Smart, salah satu dari tujuh program prioritas Pemerintah Kabupaten Tabalong.
“Penambahan modal ini kita utamakan untuk Kredit Tabalong Smart. Harapannya, dengan tambahan modal ini inklusi keuangan semakin luas dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Tabalong,” jelasnya.
Bupati menambahkan, kebijakan ini juga didorong oleh pertumbuhan ekonomi Tabalong yang menunjukkan tren positif. Lanjutnya, Pemerintah Daerah (Pemda) ingin memastikan pelaku UMKM dan petani dalam arti luas dapat terus bergerak dan berkembang melalui akses pembiayaan yang mudah.
“Dana Rp18 miliar ini khusus untuk kredit. Kalau nanti ada perubahan, tentu akan dibahas kembali melalui RUPS. Ini kita fokuskan dulu untuk mendukung Kredit Tabalong Smart,” tandasnya.
H Fani mengungkapkan, berdasarkan laporan kinerja BPR, program tersebut menunjukkan hasil yang cukup baik. Tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tercatat hanya sekitar 2 persen artinya tidak banyak kegagalan, dengan hampir 600 masyarakat telah merasakan manfaat program tersebut.
“Ini akan terus kita lanjutkan dan pelaksanaannya kita serahkan kepada tim teknis BPR dengan tetap mengacu pada peraturan yang berlaku,” tutup H Fani.
Disisi lain, Kepala Bank Kalsel Cabang Tanjung, Mauludi, menegaskan pihaknya mendukung program tersebut karena merupakan program daerah yang menyentuh langsung kepada masyarakat Tabalong.
“Kami sangat mensuport karena ini program daerah. Bank Kalsel juga milik pemerintah daerah, jadi penambahan modal ini nantinya akan dimanfaatkan oleh masyarakat Tabalong secara luas,” ujarnya.
Terkait dividen, Mauludi menjelaskan pembagian laba akan dilakukan setelah proses audit selesai. “Dividen tetap akan dibagikan sekitar bulan Maret, dengan total sekitar Rp2,4 miliar. Untuk pembagian laba tahun 2025 akan dibahas kembali melalui RUPS berikutnya,” pungkasnya. (din)