
“Kita akan berbenah, jalan-jalan kita lebari dan perbaiki. Termasuk pelayanan kesehatan, harus mantap, karena jadi pintu gerbang, orang lalu lalang di sini,” jelas H Fani.
TANJUNG, Mercubenua.net – Pemerintah Kabupaten Tabalong meresmikan relokasi Puskesmas Jaro ke lokasi baru yang lebih representatif. Relokasi ini menjadi bagian dari upaya pembenahan infrastruktur pelayanan publik di Bumi Sarabakawa, khususnya sektor kesehatan, seiring dengan semakin strategisnya Kecamatan Jaro sebagai pintu gerbang Kalimantan Selatan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Bupati Tabalong, Ir HM Noor Rifani menjelaskan Kecamatan Jaro akan memiliki peran penting, seiring rencana pemindahan aktivitas perkantoran ke IKN.
“Kalau 2028 nanti, dipastikan orang mulai berkantor di IKN. Maka Kecamatan Jaro menjadi kecamatan yang penting untuk kita informasikan sebagai pintu gerbang dari Kalimantan Selatan menuju IKN,” ujar Bupati dalam sambutan meresmikan relokasi Puskesmas Jaro di Desa Namun, Selasa kemarin.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tabalong akan terus melakukan pembenahan, termasuk di Kecamatan Jaro. Mulai dari sektor infrastruktur hingga pelayanan dasar seperti kesehatan.
“Kita akan berbenah, jalan-jalan kita lebari dan perbaiki. Termasuk pelayanan kesehatan, harus mantap, karena jadi pintu gerbang, orang lalu lalang di sini,” jelas H Fani sapaan akrab Bupati.
H Fani menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan sarana dan prasarana pendukung bagi tenaga kesehatan, seperti perawat, bidan, dan dokter, serta memberikan perhatian serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM).
“SDM ini sangat diperhatikan di era kami. Ada tiga kategori yang menjadi perhatian, salah satunya kesehatan,” tegas H Fani.
Ia berharap keberadaan Puskesmas Jaro di lokasi baru yang berada di pinggir jalan utama dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Ini (gedungnya) bagus, posisinya di pinggir jalan. Mudah-mudahan masyarakat kita sehat, hasil pertanian meningkat, ekonomi meningkat, akhirnya kemiskinan menurun. Ini berkat sinergi dan kolaborasi kita semua,” tandasnya.
“Terima kasih seluruh pihak. Kalau kita bersinergi, apapun yang kita hajatkan saya yakin akan terwujud, asalkan bersama,” tambah H Fani.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabalong, Husin Ansyari, menjelaskan relokasi Puskesmas Jaro dilakukan karena lokasi lama dinilai sudah tidak lagi layak dan berisiko.
“Alhamdulillah sudah diresmikan relokasi Puskesmas Jaro yang sebelumnya berada di Pasar Jaro dan dipindahkan ke lokasi baru. Alasan relokasi ini karena lokasi puskesmas lama berada di atas pipa Pertamina, sehingga sangat berisiko dan tidak layak lagi dijadikan puskesmas,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, pembangunan Puskesmas Jaro dilokasi baru ini dimulai pada tahun 2024 dan dilanjutkan pada 2025 hingga akhirnya selesai.
Husin menambahkan operasional di puskesmas baru ini masih memerlukan waktu sekitar satu bulan untuk proses administrasi pemindahan layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kami perlu waktu satu bulan untuk proses administrasi pemindahan layanan kesehatan, karena ini berkaitan dengan BPJS, perizinan pemindahan, serta mobilisasi beberapa peralatan medis dari bangunan lama ke yang baru,” pungkasnya. (din)