
“Ini dekat dengan perbatasan Kaltim, artinya setiap kejadian seperti kecelakaan lalu lintas atau kondisi darurat lainnya, puskesmas ini menjadi fasilitas kesehatan terdekat. Kami berharap ke depan bisa menjadi puskesmas rawat inap,” tandas Sumiati.
TANJUNG, Mercubenua.net – Langkah Pemerintah Daerah (Pemda) dalam rangka meningkatkan layanan kesehatan melalui relokasi Puskesmas Jaro ke gedung baru di Desa Namun, mendapat apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabalong.
Anggota DPRD Tabalong dari Fraksi PKS, Hj Sumiati saat turut serta dalam kegiatan tersebut menilai lokasi puskesmas yang baru ini sangat strategis dan berpotensi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya posisi bangunan puskesmas baru itu berada di tengah-tengah wilayah Jaro dan berada di pinggir jalan raya, sehingga mudah diakses oleh masyarakat.
“Posisinya pas dan strategis, ini persis di tengah-tengah Jaro, Muang, Teratau, dan Nalui, serta berada di pinggir jalan raya. Penataannya juga apik dengan desain ruang yang bagus,” ujar Sumiati usai ikuti peresmian relokasi puskesmas oleh Bupati Tabalong, Selasa lalu.
“Mudah-mudahan ini dapat meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat secara maksimal,” tambahnya lagi.
Ia juga mendorong adanya kesepakatan untuk membuka akses tambahan dari desa-desa sekitar, seperti Muang dan Nalui, melalui jalur belakang puskesmas, agar dapat diakses dan dimanfaatkan masyarakat untuk mempercepat pelayanan.
“Dari belakang itu hanya sekitar 300 meter, jadi bisa dimanfaatkan sebagai pintu alternatif bagi warga desa sekitar,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hj Sumiati menyampaikan harapan agar ke depan Puskesmas Jaro dapat dikembangkan menjadi puskesmas rawat inap, mengingat lokasi puskesmas yang dekat dengan perbatasan Kalimantan Timur serta berada di jalur utama lalu lintas.
“Ini dekat dengan perbatasan Kaltim, artinya setiap kejadian seperti kecelakaan lalu lintas atau kondisi darurat lainnya, puskesmas ini menjadi fasilitas kesehatan terdekat. Kami berharap ke depan bisa menjadi puskesmas rawat inap,” tandas Sumiati.
Lebih jauh, Sumiati menegaskan pentingnya peningkatan kinerja tenaga kesehatan seiring dengan peningkatan fasilitas dan anggaran yang berbasis kinerja.
“Kami berharap keberadaan puskesmas ini benar-benar meningkatkan layanan kesehatan. Kinerja tenaga kesehatan di Jaro harus terus ditingkatkan sesuai dengan penganggaran yang berbasis kinerja,” pungkasnya.
Terpisah sebelumnya, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabalong, Husin Ansyari menjelaskan relokasi Puskesmas Jaro dilakukan karena lokasi lama dinilai sudah tidak lagi layak dan berisiko. Pasalnya, lokasi puskesmas lama berada di atas pipa Pertamina.
Ia mengungkapkan, pembangunan Puskesmas Jaro dilokasi baru ini dimulai pada tahun 2024 dan dilanjutkan pada 2025 hingga akhirnya selesai.
Husin menambahkan operasional di puskesmas baru ini masih memerlukan waktu sekitar satu bulan untuk proses administrasi pemindahan layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kami perlu waktu satu bulan untuk proses administrasi pemindahan layanan kesehatan, karena ini berkaitan dengan BPJS, perizinan pemindahan, serta mobilisasi beberapa peralatan medis dari bangunan lama ke yang baru,” pungkasnya. (din)