Urai Antrean Pasien Poli, RSUD H Badaruddin Kasim Ujicoba Mesin Anjungan Mandiri Pasien

“Tadi tidak sampai 5 menit, biasanya antre berjam-jam, ini (mesin anjungan) perlu dikembangkan biar lebih cepat lagi,” ucap Trisna.

TANJUNG, Mercubenua.net – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Badaruddin Kasim mulai menerapkan ujicoba Mesin Anjungan Mandiri Pasien.

Bertujuan untuk mengurai panjang dan lamanya antrean pasien, penggunaan mesin anjungan tersebut terkait prosedur pendaftaran pelayanan kesehatan bagi pasien dengan cara praktis dan mudah di RSUD H Badaruddin Kasim.

Pasalnya, saat ini RSUD H Badaruddin Kasim setiap harinya harus melayani pasien dalam jumlah besar, khususnya pasien poliklinik.

Trisna Purwanto (37) warga Kelurahan Mabuun salah satu masyarakat yang melakukan kontrol kesehatan mengaku sangat terbantu karena kecepatan dan kemudahan akses dengan menggunakan Mesin Anjungan Mandiri Pasien.

Sebelumya Trisna menerangkan dirinya melakukan pendaftaran masih dengan cara manual. Meskipun mendaftar online tetapi harus melakukan sidik jari terlebih dahulu.

“Tadi tidak sampai 5 menit, biasanya antre berjam-jam, ini (mesin anjungan) perlu dikembangkan biar lebih cepat lagi,” ucap Trisna, Senin (14/4/2025).

Ia meminta penerapan mesin ini agar bisa disosialisasikan lebih masif dan perlu adanya pendamping yang siaga di samping Mesin agar semua orang bisa menggunakan aplikasi tersebut.

“Misalnya untuk membantu para orang tua, masukan timnya di sini (mesin anjungan) supaya nyaman berobat dan tidak antri lama,” tambanya.

Plt Direktur RSUD H Badaruddin Kasim, Setyawan Andri Wibowo menyampaikan penggunaan mesin anjungan untuk pasien adalah salah satu langkah untuk perbaikan layanan rumah sakit sebagaimana arahan kepala daerah.

“Kita diminta pak Bupati untuk perbaikan layanan di rumah sakit, salah satunya penerapan sistem aplikasi SIM RS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit),” kata Setyawan.

Setyawan menjelaskan karena masih dalam tahapan ujicoba, metode penerapan anjungan mandiri masih diperlukan penyempurnaan.

“Kita sudah mulai menggunakan anjungan mandiri pasien, tadi sudah ada yang bisa dan ada yang belum, karena ini ujicoba masih diperlukan penyesuaian-penyesuaian”, jelas Plt Direktur RSUD H Badaruddin Kasim.

Ia mengungkapkan ujicoba anjungan pasien itu akan diberlakukan selama 7 sampai 10 hari.

“Anjungan mandiri kita (RSUD HBK) ada tujuh, namun yang datang baru lima, insyaallah kita ujicoba sampai 10 hari,” tandas Setyawan.

Setyawan menambahkan rencananya pada akhir April nanti, penerapan sistem aplikasi melalui anjungan mandiri pasien akan dilaunching oleh Bupati Tabalong Ir H M Noor Rifani (H Fani).

“Kalau itu (anjungan mandiri pasien) sudah bagus, diakhir April mungkin tanggal 28, 29, 30 kita akan launching semuanya,” tegas Setyawan.

Lanjut Setyawan menjelaskan karena masih dalam tahapan ujicoba, pasien yang mendaftar menggunakan mesin anjungan mandiri ada berhasil dan belum bisa.

“Beberapa masih ada yang belum bisa, karena ada penyesuaian. Tapi kalau pasien datang dihari yang sesuai dengan jadwal kontrol langsung bisa memakai rujukan dan dapat langsung mengantri di pelayanan poli,” terang Setyawan.

Sementara Bupati Tabalong H Fani menegaskan, pihaknya bertekad memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat Tabalong.

“Kami ingin memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Kami sudah melakukan pengecekan terhadap aplikasi pendaftraan secara online ataupun onside, memang masih ada kendala dan perlu penyerpunaan,” kata H Fani.

Lanjut H Fani penerapan pendaftaran melalui sistem aplikasi anjungan mandiri sangat membantu masyarakat yang ingin berobat ke RSUD H Badaruddin Kasim.

“Beberapa masyarakat tadi sudah mencoba, ini sangat membantu biasanya masyarakat antre berjam-jam ini dalam waktu lima menit sudah bisa langsung berobat ke Poli yang mereka butuhkan”, ungkapnya.

Ia berharap penerapan sistem aplikasi ini bisa membawa perubahan yang signifikan terhadap pelayanan di RSUD H Badaruddin Kasim. (mer/din)