
“Inovasi ini akan terus dikembangkan dan direplikasikan kepada Posyandu lain khususnya wilayah kerja UPTD Puskesmas Batumandi Kecamatan Batumandi”, kata Ani Fahrida.
PARINGIN, Mercubenua.net – Kartu Aktif Balita (KALITA) merupakan salah satu terobosan Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Kesehatan Masyarakat (UPTD Puskesmas) Batumandi ternyata sangat membantu sejak dilaksanakan pada tahun 2017 lalu di Posyandu Seroja Desa Bungur Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan.
Penerapan KALITA dapat mempermudah proses pencatatan pelaporan dan meningkatkan peran masyarakat dalam memantau pertumbuhan anak balita.
Kini Inovasi KALITA dari Puskesmas Batumandi tersebut kembali dikembangkan untuk meningktakan peran Posyandu.
“KALITA 2 merupakan perkembangan dari KALITA 1 yang terlebih dahulu diterapkan di Posyandu Seroja Desa Bungur”, ujar Kepala UPTD Puskesmas Batumandi, Hj Nurul Bahriah, kepada wartawan, belum lama tadi.
Kepala Puskesmas Batumandi mengungkapkan penerapan Inovasi KALITA agar cakupan penimbangan di Posyandu bisa mencapai target.
“Target minimal 80% balita dipantau pertumbuhan melalui kegiatan rutin Posyandu”, kata Nurul.
Nurul menjelaskan cakupan penimbangan balita di Posyandu dilihat dari indikator D/S yang berkaitan dengan cakupan pelayanan gizi pada balita dan cakupan pelayanan kesehatan dasar.
Salah satu kegiatan penting dalam kegiatan pemantauan pertumbuhan Posyandu adalah pencatatan dan pelaporan dengan tepat, akurat dan berkelanjutan sehingga pemantauan pertumbuhan balita dapat berjalan secara maksimal.
“Untuk mempermudah proses pencatatan pelaporan dan meningkatkan peran serta masyarakat ke Posyandu maka dibuat kartu yang diberi nama KALITA 2”, beber Nurul.
Menurut Nurul, KALITA 2 merupakan pembaharuan dari KALITA 1 dengan isi yang lebih lengkap.
“Salah satu fungsi dari KALITA 2 adalah membantu dan mempermudah Petugas maupun Kader dalam proses pencatatan pelaporan pengukuran antropometri balita yang selanjutnya akan dituangkan dalam KMS dan Register Balita, kemudian dilakukan proses penilaian status gizi dan pertumbuhan balita”, imbuh Nurul.
Sementara, Inovator KALITA, Ani Fahrida, saat ini aktif sebagai Petugas Gizi Puskesmas pada UPTD Puskesmas Batumandi mengatakan, terobosan tersebut terbukti efektif meningkatkan cakupan penimbangan.
“Inovasi ini akan terus dikembangkan dan direplikasikan kepada Posyandu lain khususnya wilayah kerja UPTD Puskesmas Batumandi Kecamatan Batumandi”, kata Ani Fahrida.
Diketahui, Inovasi KALITA 2 dikembangkan sejak tahun 2021 di Posyandu Mawar Desa Banua Hanyar Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan.
KALITA 2 merupakan kartu yang berisi identitas balita dan hasil pengukuran antropometri setiap kali kunjungan balita ke Posyandu dan merupakan kartu yang digunakan sebagai alat untuk menilai keaktifan balita ke Posyandu.
Inovasi KALITA 2 ini dilakukan setiap bulan pada saat kegiatan Posyandu balita berlangsung.
Pelaksana inovasi KALITA 2 adalah tim yang terdiri dari Kader Posyandu Balita, Kader KPM, Bidan Desa dan Petugas Gizi Puskesmas sebagai koordinator kegiatan.
Petugas Gizi Puskesmas sebagai koordinator juga berkoordinasi dengan tim inovasi Puskesmas dalam melakukan koordinasi dan mengembangkan jejaring inovasi dengan pihak terkait seperti perangkat desa dan PKK, memberikan bimbingan dan arahan dalam pelaksanaan kegiatan inovasi, melakukan sosialisasi dan penguatan publikasi serta melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan inovasi KALITA 2.
Setiap balita yang berkunjung 5 bulan berturut-turut ke Posyandu akan mendapatkan satu hadiah hiburan/souvenir. (mer/din)