Cegah Stunting, Pemdes Telaga Itar Buka Akademi Keluarga Unggul

“Tekhnisnya disini adalah untuk jangka panjang dalam mewujudkan keluarga sehat dan cerdas dan menciptakan keluarga unggul,” kata Muhammad Haris.

TANJUNG, Mercubenua.net – Dilaunching sekitar satu tahun yang lalu, Inovasi Aku Sayang Tegar adalah salah satu langkah Pemerintah Desa (Pemdes) Telaga Itar Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong untuk mencegah kasus stunting.

Inovasi Aku Sayang Tegar (Akademi Keluarga Unggul Selamatkan dari Bahaya Stunting Desa Telaga Itar) dengan program yang menitikberatkan pendidikan tentang pola asuh anak yang baik dan benar kepada masyarakat untuk menciptakan keluarga unggul dalam rangka memajukan desa Telaga Itar serta mendukung program pemerintah pusat. 

Kepala Desa Telaga Itar, Muhammad Haris menjelaskan Inovasi Aku Sayang Tegar bukan semata mata menghilangkan stunting yang sudah ada, namun juga untuk memutus mata rantai yang menyebabkan stunting.

Melalui Inovasi Aku Sayang Tegar masyarakat desa di Desa Telaga Itar diharapkan dapat mencegah stunting dengan mengikuti proses pembelajaran  tentang pola asuh anak yang baik dan benar. 

Mulai dari pembelajaran tatacara mendidik anak dalam keluarga hingga pemberian makan yang benar sehingga keluarga bisa menjadi sehat dan cerdas. Termasuk terhindar dari bahaya stunting dan secara tidak langsung keluarga akan menjadi unggul.

“Tekhnisnya disini adalah untuk jangka panjang dalam mewujudkan keluarga sehat dan cerdas dan menciptakan keluarga unggul,” kata Muhammad Haris, saat Pelepasan Siswa Inovasi Aku Sayang Tegar, di Halaman Kantor Desa Telaga Itar, Kamis (18/7/2024) tadi.

Ia berharap siswa akademi keluarga unggul yang sudah lulus bisa menjadi menjadi pelopor ditengah.

“Kita berharap mereka dapat menjadi media informasi kesehatan dan ketahanan keluarga di masyarakat sehingga keluarga unggul di desa Telaga Itar dapat terwujud,” ucap Haris.

Diketahui, bersumber dari Alokasi Dana Desa, Inovasi Aku Sayang Tegar yang dilaunching pada Juli 2023 lalu, telah meluluskan siswa angkatan pertama yang mengikuti proses pembelalajaran selama enam bulan dengan pertemuan sebanyak 12 kali bersama Fasilitator dan Narasumber dari berbagai sektor.

Seperti dari Penyuluh KB, Bidan, petugas gizi, PKK, KPM dan pihak terkait lainnya.

Inovasi Aku Sayang Tegar ini diikuti 20 orang siswa yang merupakan masyarakat Desa Telaga Itar yang memiliki anak balita atau anak remaja.

Pada angkatan pertama, akademi keluarga unggul ini dikuti oleh orang tua yang memiliki anak balita. Sementara, untuk angkatan kedua rencananya akan dilakukan lagi dengan peserta atau siswa dari orang tua yang memiliki anak remaja.

Sebagai tambahan, sebelumnya kondisi stunting di Desa Telaga Itar terdapat sebanyak 10 kasus. Saat ini sudah turun menjadi 8 kasus. (mer/din)