
“Mudah-mudahan ini (permainan tradisional) membawa kebahagiaan dan mempererat tali persaudaraan,” ucap H Fani.
TANJUNG, Mercubenua.net – Bukan sekadar melestarikan budaya, Festival Permainan Tradisional SMaRT 2025 yang dilaksanakan sebagai salah satu rangkaian menyambut Hari Jadi Kabupaten Tabalong pada bulan desember mendatang, ternyata juga untuk meningkatkan kebersamaan, kekompakan, sportivitas hingga kebersamaan.
Hal tersebut disampaikan Muhammad Dzaki Makarim dalam laporannya sebagai Ketua Pelaksana Kegiatan saat acara dibuka di Taman Giat Kota Tanjung, Selasa (4/11/2025).
“Ini rangkaian Hari Jadi Kabupaten Tabalong, sarana untuk melesatarikan budaya kita yang sarat akan kebersamaan dan solidaritas,” kata Dzaki.
Ia berharap Pemerintah Daerah (Pemda) Tabalong dapat memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya ini.
“Kita berharap kedepan Pemda dapat menjadikan Festival Permainan Tradisional ini dilaksanakan berkelanjutan,” jelasnya.
“Ini warisan budaya kita, kita perlu melestasrikan untuk generasi muda, ini perlu wadah atau tempat untuk bermain,” tambah Dzaki.
Sementara, Bupati Tabalong Ir HM Noor Rifani (H Fani) menyambut baik upaya dan langkah untuk melestarikan warisan budaya, salah satunya permainan tradisional.
“Acara pertandingan ini berkelanjutan, kita akan terus lanjutkan permainan tradisional ini,” kata H Fani.
Dalam kesempatan tersebut, H Fani mengajak seluruh generasi muda untuk mencintai dan melestarikan permainan tradisional.
“Mudah-mudahan ini (permainan tradisional) membawa kebahagiaan dan mempererat tali persaudaraan,” ucap H Fani.
“Kita tidak boleh marahan, kita harus gembira. Pererat tali silaturahmi dan saling mengenal,” tambahnya.
Disisi lain, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Diaporapar) Tabalong, H Zulfan Noor berharap permainan tradisional ini bisa dikembangkan ke seluruh desa di Bumi Sarabakawa.
“Kalau bisa kita buat dokumentasi aturan dan tatacara bermainnya. Lebih disempurnakan lagi,” pungkasnya.
Diketahui Festival Permainan Tradisional SMaRT, Disporapar Tabalong menyiapkan total hadiah mencapai Rp. 45 Juta. Menambah antusias peserta, Bupati Tabalong juga menambahkan hadiah yaitu dana sebesar Rp. 10 juta.
Festival ini diikuti 579 peserta dengan 10 kategori lomba. Yaitu, lomba Balogo, Enggrang, Lari Balok, Bersepeda Lambat dan Bakiak. masing-masing lomba itu diikuti oleh putra dan putri. (mer/din)