
“Kita (DPRD) sudah bersepakat dengan kepala daerah, bahwa serapan anggaran pada triwulan 1 2026 adalah 25 persen,” kata Helmi.
TANJUNG, Mercubenua.net – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabalong melakukan pemanggilan terhadap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat guna mengevaluasi serapan anggaran tahun berjalan.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap penggunaan anggaran agar berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai dengan perencanaan.
Dalam pertemuan itu, anggota dewan menyoroti realisasi anggaran yang dinilai masih belum maksimal.
Ketua Komisi I DPRD Tabalong, H Akhmad Helmi menjelaskan evaluasi penting untuk memastikan tidak ada keterlambatan dalam pelaksanaan program, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan fasilitas sekolah.
Lanjut Helmi, rendahnya serapan anggaran bisa berdampak pembangunan di sektor pendidikan.
“Kita (DPRD) sudah bersepakat dengan kepala daerah, bahwa serapan anggaran pada triwulan 1 2026 adalah 25 persen,” kata Helmi saat memimpin rapat evaluasi di kantor Dewan Tabalong, Rabu (28)9/4/2026).
Disisi lain, berdasarkan data disampaikan, realisasi anggaran tahun berjalan pada Disdikbud hingga 28 April 2026 sudah baru mencapai 19 % lebih.
Dalam rapat, Plt Sekretaris Disdikbud Tabalong, H Masdulhak Abdi menjelaskan rekapituasi laporan realisasi tersebut untuk triwulan 1 masih belum sepenuhnya rampung.
“Sebenarnya perencanaan sudah, tinggal pencairan-pencairan yang belum selesai,” jelasnya dalam rapat bersama komisi I DPRD Tabalong.
Dalam rapat tersebut dijelaskan hal-hal yang bisa mempengaruhi serapan anggaran meliputi proses administrasi, penyesuaian regulasi, hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Diketahui, per 28 April 2026 jumlah anggaran Disdikbud Tabalong yang sudah terserap mencapai Rp. 115.084.025.181,- atau tepatnya 19,22 % dari total pagu anggran.
Melalui rapat tersebut, Komisi I DPRD Tabalong menekankan agar Disdikbud melakukan percepatan realisasi anggaran, terutama pada program prioritas seperti pembangunan sarana hingga peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Selebihnya, Dewan Tabalong juga meminta Disdikbud melalui bidangnya agar terus mengenalkan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Bumi Sarabakawa untuk mendukung Tabalong sebagai daerah destinasi.
“Sekarang Tabalong ini jadi tempat singgah orang, kenalkan kekayaan dan kebudayaan daerah, misalnya makanan-makanan khas seperti Paliat,” kata M Husnul Habib anggota Komisi I DPRD Tabalong.
“Kita juga ada kebudayaan Banaik Manau dan Menyampir Buaya. Ini tidak ada di daerah lain,” tambah Zainal Helmi anggota DPRD lainnya.
Diketahui, melalui evaluasi ini target pembangunan di sektor pendidikan di Kabupaten Tabalong dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam rapat tersebut, Komisi I DPRD Tabalong dan Disdikbud Tabalong juga membahasa rencana kerja Anggaran Perubahan tahun 2026. (din)