Dua Inovasi Desa Barimbun Jadi Andalan Tekan Stunting

“Desa Barimbun mempunyai 2 inovasi, pertama, Genting Barimbun Sehat, kedua, Inovasi Gemar Menari,” terang Arie.

TANJUNG, Mercubenua.net  — Tidak hanya mengandalkan intervensi dari pemerintah, pencegahan stunting di Desa Barimbun, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, juga dilakukan melalui upaya pengembangkan inovasi berbasis masyarakat untuk mendorong keterlibatan keluarga dalam pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang balita.

Inovasi Genting Barimbun Sehat dan Gemar Menari adalah dua terobosan Desa Barimbun dalam mendukung Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S).

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Barimbun, Arie Kurniawan dalam paparannya di hadapan tim penilai tingkat pusat melalui Zoom, Selasa (15/9) lalu.  Desa Barimbun sendiri menjadi perwakilan Kalsel dalam lomba Desa Berkinerja Baik dalam rangka P3S.

Arie menjelaskan, Genting Barimbun Sehat merupakan Gerakan Serentak Pencegahan Stunting berbasis konvergensi terpadu. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah memberikan doorprize kepada keluarga sasaran yang disiplin membawa balitanya ke Posyandu. Skema tersebut diarahkan untuk meningkatkan partisipasi keluarga dalam kegiatan Posyandu, terutama dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita.

Sementara itu, Gemar Menari atau Gerakan Menanam Sayur Sendiri menyasar pemanfaatan pekarangan rumah dan kebun keluarga. Warga didorong menanam sayuran dan tanaman pangan yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan keluarga maupun bahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Posyandu.

“Desa Barimbun mempunyai 2 inovasi, pertama, Genting Barimbun Sehat, kedua, Inovasi Gemar Menari,” terang Arie.

Arie menjelaskan pengembangan inovasi tersebut didukung pengalokasian anggaran dari Dana Desa. Untuk program P3S, Pemerintah Desa Barimbun mengalokasikan dana sekitar Rp200 juta.

“Pemdes Barimbun melalui Dana Desa mengalokasikan dana sebesar kurang lebih 200 juta rupiah guna Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) meliputi Honor kader Posyandu dan KPM serta Pelatihan KPM “ jelasnya

Lanjutnya, berada berada di ring 1 wilayah operasional Perusahaan, pelaksanaan program P3S juga mendapat dukungan dari sektor swasta berbentuk CSR berupa bantuan PMT anak stunting.

Ia menambahkan program P3S tidak berjalan sendiri, namun juga melibatkan pemerintah dan dunia usaha menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan program P3S di tingkat desa. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi faktor dalam upaya menekan angka stunting di Desa Barimbun.

“Keberhasilan Desa Barimbun dalam rangka Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting ( P3S ) tidak luput dari dukungan semua pihak,” ungkap Arie. (din)