
“Masjid Cheng Ho mendukung Tabalong SMaRT, yakni Tabalong Religius. Ini merupakan perwujudan keragaman kehidupan beragama, suku dan bangsa di Kabupaten Tabalong,” kata H Fani.
TANJUNG, Mercubenua.net – Selain turut dalam upaya menjadikan daerah sebagai destinasi wisata, kehadiran Masjid Cheng Ho di Bumi Sarabakawa juga mendukung Tabalong Religius.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tabalong, Ir HM Noor Rifani saat hadir dalam kegiatan buka puasa bersama dengan Manajemen PT Conch South Kalimantan Cement, di Masjid Cheng Ho Tabalong SMaRT, Minggu (15/3/2026).
Noor Rifani menilai pembangunan Masjid Cheng Ho juga sejalan dengan program Tabalong SMaRT, khususnya dalam mewujudkan Tabalong Religius. Menurutnya, masjid tersebut menjadi simbol kehidupan masyarakat Tabalong yang beragam, baik dari sisi agama, suku, maupun budaya.
“Masjid Cheng Ho mendukung Tabalong SMaRT, yakni Tabalong Religius. Ini merupakan perwujudan keragaman kehidupan beragama, suku dan bangsa di Kabupaten Tabalong,” kata H Fani panggilan Bupati.
“Masjid yang ikonik, sejak saya kecil sudah terkenal Masjid Cheng Ho ini,” tambah H Fani.
Menurut H Fani, saat ini Tabalong bukan lagi sekadar daerah perlintasan, namun sudah menjadi daerah tujuan bagi orang luar untuk berwisata. Untuk itu, di bangun Masjid Cheng Ho, kawasan-kawasan wisata hingga pembukaan kembali Bandar Udara (Bandara) Warukin.
Selain itu, ia menilai keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi peluang bagi Tabalong dalam meningkatkan kunjungan masyarakat maupun wisatawan.
“Insyaallah Bandara Warukin akan dibuka tahun ini, orang akan rame ke Tabalong. IKN sudah dimulai, inilah kesempatan Tabalong bersiap-siap untuk meningkatkan kunjungan orang atau wisatawan ke daerah,” pungkasnya.
dalam kesempatan tersebut, H Fani memberikan apresiasi terhadap langkah Perusahaan semen asal China tersebut dalam mendukung Program Prioritas Mencetak Tenaga Kerja Terampil.
Ia berharap kolaborasi dan sinergi terus terwujud dan terjalin baik untuk menjadilkan anak-anak Tabalong sebagai generasi emas dan siap menjadi pemain di daerah sendiri. (din)