
“Kami melihat Balangan sebagai salah satu daerah yang memiliki capaian indeks inovasi yang sangat tinggi. Harapan kami, capaian ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lainnya,” kata Dr. Yusharto.
PARINGIN, Mercubenua.net – Kabupaten Balangan menjadi salah satu kandidat Kabupaten Terinovatif di Indonesia.
Tim penilai dari Innovative Government Award (IGA) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI dipimpin Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN), Dr. Yusharto Huntoyungo datang langsung ke Balangan melakukan validasi terhadap inovasi-inovasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah.
Wakil Bupati Balangan, H Akhmad Fauzi, menyampaikan rasa bangganya atas kedatangan tim Kemendagri. Menurutnya, kunjungan ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi daerah.
“Ini adalah suatu kehormatan besar bagi Kabupaten Balangan, dan tentunya kami berharap dapat mempertahankan dan meningkatkan posisi kami pada IGA 2025,” ujarnya Rabu kemaren saat mendampingi tim penilai IGA.
Diketahui, IGA 2025, Pemkab Balangan menyiapkan lebih dari 200 inovasi daerah, dengan 55 di antaranya berfokus pada bidang kesehatan.
Balangan juga menjalankan program-program unggulan seperti Beasiswa 1000 Sarjana yang telah memberikan dukungan biaya pendidikan kepada lebih dari 3.000 mahasiswa asal daerah tersebut.
Salah satu terobosan terbaru yang diperkenalkan oleh Pemkab Balangan adalah E-Bapak Tani (Bank Data Penyaluran Bantuan ke Kelompok Tani). Program ini bertujuan untuk mempermudah pendataan dan penyaluran bantuan kepada kelompok tani di seluruh wilayah Bumi Sanggam secara terintegrasi.
Rektor Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM), Abdul Hamid, S Kom MM M Kom menyambut baik kedatangan tim penilai IGA.
Ia menilai kedatangan Tim Validator IGA Kemendagri untuk validasi lapangan terhadap inovasi Beasiswa 1000 Sarjana pengembangan SDM di daerah.
“Ini bukti nyata dukungan pemerintah pusat terhadap pemerataan pendidikan tinggi dan pengembangan SDM di daerah,” imbuhnya.
Dalam kesempatan validasi itu, Dr. Yusharto menyempatkan berinteraksi langsung dengan para mahasiswa termasuk terhadap peserta didik yang sudah berusia hampir 70 tahun. Program ini (Beasiswa 1000 Sarjana) dinilai inklusif.
“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Ilmu yang kalian dapat harus menjadi motor penggerak inovasi untuk memajukan Balangan,” ucapnya.
Dr. Yusharto Huntoyungo menilai bahwa Kabupaten Balangan memiliki capaian yang sangat baik, dan inovasi yang dilaksanakan di daerah ini berpotensi untuk berkembang dengan baik dan berkelanjutan.
“Kami melihat Balangan sebagai salah satu daerah yang memiliki capaian indeks inovasi yang sangat tinggi. Harapan kami, capaian ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lainnya,” kata Dr. Yusharto.
Selain terhadap program Beasiswa 1000 Sarjana yang juga dijalankan di UNIVSM sebagai kampus mitra strategis, sebagai bagian dari validasi lapangan, tim penilai juga melakukan verifikasi terhadap implementasi inovasi E-Bapak Tani di Desa Bungin, Kecamatan Paringin Selatan.
Sebagai informasi, pada tahun sebelumnya, Kabupaten Balangan berhasil meraih peringkat keempat sebagai Kabupaten Terinovatif dalam ajang IGA. Dengan berbagai inovasi yang telah dilaksanakan, Pemkab Balangan bertekad untuk tidak hanya mempertahankan posisi tersebut, tetapi juga meningkatkan peringkatnya pada tahun ini. (mer/din)