
“Ini (MTQ) juga ajang silaturahmi sesama masyarakat Tabalong dari 12 kecamatan yang hadir,” tandas H Fani.
TANJUNG, Mercubenua.net – Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke – 50 Tingkat Kabupaten Tabalong di Kecamatan Upau menggambarkan salah satu upaya bersama dalam merawat keberagaman, membangun persatuan dan persatuan hingga keutuhan bangsa yang selama ini sudah terjaga dengan baik di Bumi Sarabakawa.
Hal tersebut tersirat dari suguhan Tarian Kolosal yang bertajuk Pelangi di Pulau Hujung Tanah.
Dibawah arahan Camat Upau, Agustian, persembahan tari kolosal yang melibatkan ratusan seniman. Tarian kolosal kolaborasi etnis Dayak, Banjar dan Jawa adalah karya Suhardi Hadiwijaya dan pengarah musik dari Aan Triatmojo.
Sedangkan Tari digarap oleh Siti Nurhidayah dan Qiyamah, Guru SMAN 1 Upau dan didukung oleh 23 penyanyi serta musisi etnik Tiga Etnik. Sementara penarinya adalah 120 siswa SMPN 1 Upau.
Suguhan karya ini berhasil menciptakan suasana meriah dan memukau penonton Pembukaan MTQ Nasional, Kamis kemaren.
Pertunjukan ini menceritakan simfoni keberagaman budaya dan keindahan alam di Kabupaten Tabalong terutama di kawasan Kecamatan Upau, yang dijaman purba disebutkan masuk dalam wilayah Pulau Hujung Tanah.
Pertunjukan ini mengilustrasikan harapan melalui lantunan doa etnik Dayak, yang membawa ke dalam suasana spiritual yang khidmat.
Pertunjukan ini juga dihadirkan melalui lagu pembatangan yang menggambarkan perjuangan mencari nafkah halal, pemahaman syariat Islam melalui lagu ilir-ilir, serta Tohirul Qolbi, lagu yang mensucikan hati. Semua ini membawa suasana yang tenang dan damai.
“Sesuai dengan tema MTQ yang menyatukan perbedaan, kami menyuguhkan kolaborasi tiga etnis yang ada di Kecamatan Upau,yakni Suku Dayak, Banjar dan Jawa,” terang Komposer pertunjukan, Suhardi.
Ia menjelaskan Pelangi di Pulau Hujung Tanah adalah sebuah inspirasi untuk terus menjaga dan merawat keberagaman budaya Nusantara, dan membangun persatuan dan kesatuan bangsa.
Disisi lain, Bupati Tabalong Ir HM Noor Rifani (H Fani) menyampaikan MTQ bukan hanya tentang menjadi juara, namun lebih kepada bagaimana mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Termasuk memperkuat ukuwah islamiyah di kalangan masyarakat.
H Fani menilai ukuwah islamiyah sangat pengting utamanya dalam persatuan dan kesatuan umat Islam, dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
“Ini (MTQ) juga ajang silaturahmi sesama masyarakat Tabalong dari 12 kecamatan yang hadir,” tandas H Fani. (mer/din)