
“Alhamdulillah, kami berhasil menjadi kabupaten terinovatif di Indonesia yang kelima berturut-turut. Ini berkat kolaborasi dan sinergi seluruh SKPD, para inovator, masyarakat hingga dunia usaha,” kata bupati.
JAKARTA, Mercubenua.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong kembali dinobatkan sebagai salah satu Kabupaten Terinovatif di Indonesia dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 Kementerian Dalam Negeri.
Penghargaan Kabupaten Terinovatif se-Indonesia itu diserahkan langsung Bupati kepada Tabalong, Ir HM Noor Rifani di Jakarta, Rabu kemarin.
Bupati Tabalong HM Noor Rifani menyampaikan prestasi tersebut tidak lepas dari kolaborasi dan sinergi seluruh SKPD, inovator, dunia usaha hingga masyarakat.
Lanjutnya menjelaskan, penghargaan tersebut merupakan salah satu bukti pemerintah daerah bekerja secara maksimal memberikan pelayanan publik dan mewujudkan visi Tabalong Smart.
“Alhamdulillah, kami berhasil menjadi kabupaten terinovatif di Indonesia yang kelima berturut-turut. Ini berkat kolaborasi dan sinergi seluruh SKPD, para inovator, masyarakat hingga dunia usaha,” kata bupati.
Ia berharap status Kabupaten Terinovatif ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan lagi bagi SKPD-SKPD dalam melaksanakan inovasi, termasuk melakukan pembenahan agar memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat.
Diketahui, pada ajang IGA 2025, inovasi yang menjadi unggulan Pemkab Tabalong yaitu aplikasi Api Pandawa (Aplikasi Pengelolaan Digital Pajak Sarabakawa) dan Pustaka Bisa ke Desa (Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial).
Inovasi Api Pandawa merupakan terobosan digital yang bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam pengelolaan dan pembayaran pajak daerah secara cepat, transparan, dan efisien.
Keberadaan inovasi Api Pandawa ini memudahkan pemerintah daerah dalam meningkatkan akurasi data wajib pajak serta mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ada 9 jenis pajak di aplikasi Api Pandawa, di antaranya Pajak Barang Jasa Tertentu (PBJT) yang terdiri dari Makanan dan Minuman, Hotel, Tenaga Listrik, Parkir serta Seni dan Hiburan. Juga ada Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, Pajak Sarang Burung Walet, Pajak Reklame dan Pajak Air Tanah.
Sedangkan, Inovasi Pustaka Bisa ke Desa menjadi inovasi bidang literasi dan pemberdayaan masyarakat dengan konsep perpustakaan inklusif yang membuka akses luas bagi seluruh kalangan, termasuk kelompok rentan.
Program ini juga tidak hanya menyediakan bahan bacaan, namun menghadirkan berbagai kegiatan pelatihan keterampilan dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis literasi.
Diketahui, pada kesempatan itu, Bupati Tabalong juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan Pemkab Wonogiri dalam hal Penyelenggaraan Urusan Daerah. (din)