
Bagi warga binaan kegiatan ini juga menjadi salah satu unsur penilaian dalam pemberian hak-hak.
AMUNTAI, Mercubenua.net – Selain pembelajaran dan pembacaan Iqro dan Al-Qur’an, Pembinaan keagamaan untuk warga binaan Lapas Amuntai Kelas II B Amuntai seperti pembinaan spiritual dan penguatan wawasan kebangsaan berupa pengajian juga rutin dilakukan.
Bekerja sama dengan Kemenag pembinaan spiritual dan penguatan wawasan kebangsaan warga binaai dimulai dengan pembacaan surah Yasin, Mualid Habsyi hingga ceramah agama yang dilaksanakan Masjid At-Taubah Lapas Amuntai.
Selain memberikan hal positif, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan spiritual diri dan menambah ilmu pengetahuan bagi warga binaan dalam rangka membentuk kesadaran supaya melakukan hal-hal yang bernilai baik.
Kegiatan program kerohanian tersebut sebagai salah satu upaya pembinaan spiritual, penguatan wawasan kebangsaan dan mendorong terwujudnya revolusi mental. Tidak hanya meningkatkan ketaqwaan dan keimanan tetapi sebagai bekal/pondasi mereka bebas nanti dilingkungan masyarakat.
Bagi warga binaan kegiatan ini juga menjadi salah satu unsur penilaian dalam pemberian hak-hak.
Adanya UU No.22 tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, perubahan perilaku dan keaktifan saudara dalam mengikuti program-program pembinaan, menjadi penentu pemberian hak-hak saudara baik itu remisi, asimilasi, maupun integrasi.
Salah satu warga binaan yang mengikuti pengajian mengungkapkan kegiatan tersebut sangatlah bermanfaat untuk semuanya, khususnya warga binaan terutama saat sudah bebas nanti.
“Kita Berterimakasih kepada para petugas lapas Amuntai yang terus berupaya memberikan kita pembinaan untuk menjadikan diri kita lebih baik dari sebelumnya”, pungkasnya. (mer/din)