Maksimalkan Keberadaan Pasar Adaro Paringin, Hj Sri Huriyati: Semua Pihak Harus Bahu – Membahu

Selasa (3/1/2023) kemaren, Hj Sri Huriyati Ketua PKK Balangan sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Balangan melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah dinas terkait. (Gambar: Prokopim Setda Balangan)

“Kita berusaha menata para pedagang yang ada di luar untuk masuk kedalam areal Pasar Adaro Paringin, termasuk menangani masalah persampahan agar bisa tertata, rapi, indah dan tersusun”, kata Sri.

PARINGIN, Mercubenua.net – Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait berbagai permasalahan yang terdapat di Pasar Adaro Paringin, dipimpin Hj Sri Huriyati Ketua PKK Balangan sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Balangan melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah dinas terkait, Selasa (3/1/2023) kemaren di Aula Kediaman Bupati Balangan, H Abdul Hadi.

“Kita duduk bersama untuk mencari solusi terbaik terhadap permasalahan di Pasar Adaro Paringin untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Balangan”, tegas Hj Sri Huriyati.

Sri Huriyati mengaharapkan seluruh pihak terkait dapat terus meningkatkan dan terus melaksanakan jalinan kerjasama dalam memberikan yang terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya semaksimal mungkin memanfaatkan keberadaan Pasar Adaro Paringin.

“Kerjasama yang baik dengan pihak-pihak yang terlibat kedepannya tidak hanya bertahan selama dua – tiga hari saja melainkan harus bertahan untuk seterusnya. Kita harus saling bahu-membahu”, harapnya.

Dalam rakor tersebut diketahui, sejumlah permasalahan yang terdapat di Pasar Adaro Paringin yang dicarikan solusi diantaranya masih banyak pedagang berjualan di luar areal Pasar Adaro Paringin yng menyebabkan pasar tersebut seperti terlihat kosong.

Termasuk terkait permasalahan sampah yang masih ada baserakan dimana-mana agar dapat ditangani dan dibersihkan serta masalah parkir untuk kendaraan baik untuk motor dan mobil.

“Kita berusaha menata para pedagang yang ada di luar untuk masuk kedalam areal Pasar Adaro Paringin, termasuk menangani masalah persampahan agar bisa tertata, rapi, indah dan tersusun”, kata Sri. (mer/din)