Rumah Produksi Kuas Jirak, CSR Pertamina EP Tanjung Dorong Pemberdayaan Berkelanjutan Masyarakat Lokal

“Lengkap ini (pembinaan CSR), ada ibunya, ada bapaknya. Harapannya kelompok-kelompok ini bisa terus bertambah agar lebih banyak masyarakat yang terlibat dan merasakan manfaatnya,” imbuh Charlie.

TANJUNG, Mercubenua.net – Komitmen Pertamina terhadap pemberdayaan berkelanjutan masyarakat kembali dibuktikan melalui peresmian Rumah Produksi Kuas Jirak.

Fasilitas ini menjadi tonggak penting bagi program Sentra Kampung Haruan (Sekara), program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan Pertamina EP Tanjung Field dalam mendorong ekonomi berbasis potensi lokal.

Field Manager Pertamina EP Tanjung, Charlie P. Nainggolan, dalam sambutannya menegaskan keberadaan, rumah produksi ini adalah hasil dari proses panjang pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan.

“Program ini sudah berjalan beberapa tahun terakhir dan terus berkembang. Alhamdulillah, kita resmikan Rumah Produksi Kuas Jirak, yang merupakan bagian hilir dari rantai usaha masyarakat,” kata Charlie, di Desa Jirak, Kecamatan Pugaan, Kabupaten Tabalong, Rabu kemarin.

“Sebelumnya di bagian hulu sudah dilakukan pelatihan, pembibitan dan pengembangan budi daya ikan haruan serta akan dibangun infrastruktur seperti gudang,” tambahnya.

Lanjutnya, tiga kelompok kerja yang terdiri dari warga Desa Jirak menjadi motor utama program Sekara binaan program CSR Pertamina. Yakni, Kelompok Barokah (10 anggota), Kelompok Sukma Saji (11 anggota) dan Kelompok Haruan Borneo, yang diisi oleh para bapak-bapak setempat.

Kolaborasi gender ini menjadi indikator kuat bahwa pemberdayaan berjalan inklusif.

“Lengkap ini (pembinaan CSR), ada ibunya, ada bapaknya. Harapannya kelompok-kelompok ini bisa terus bertambah agar lebih banyak masyarakat yang terlibat dan merasakan manfaatnya,” imbuh Charlie.

Charlie menjelaskan, sebagai perusahaan milik negara yang bertanggung jawab terhadap produksi dan penyediaan migas nasional, Pertamina tidak hanya berfokus pada operasional hulu migas, namun juga menaruh perhatian besar pada pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“CSR yang kami laksanakan, khususnya di Tabalong ini, harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Kami terus melakukan evaluasi agar program tepat sasaran dan berkelanjutan,” tandas Charlie.

Dengan adanya Rumah Produksi Kuas Jirak, masyarakat kini memiliki wadah yang memadai untuk mengembangkan usaha dan produk berbasis sumber daya lokal.

Program Sekara tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di desa, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang mandiri dan berkelanjutan.

Sekara sebdiri merupakan inisiatif CSR Pertamina EP Tanjung yang mengintegrasikan pelatihan, budidaya ikan haruan (ikan gabus) dan produksi olahan pangan berbasis lokal.

Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dengan pendekatan dari hulu ke hilir.

Dengan peresmian rumah produksi ini, Pertamina EP Tanjung menegaskan komitmennya bahwa kehadiran perusahaan migas bukan hanya soal energi, tapi juga tentang energi kehidupan untuk menghidupkan potensi desa dan menyalakan harapan baru bagi masyarakat lokal. (mer/din)