
“Selain dipengaruhi beberapa faktor, mencegah DBD juga dilakukan melalui perencanaan, kerja keras, komitmen bersama, kolaborasi dan sinergitas”, kata Bupati Tabalong.
BANJARMASIN, Mercubenua.net – Segala upaya untuk meminimalisir angka kasus Demam Berdarah (DBD) yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tabalong berjalan dengan baik. Sehingga kasus DBD Tabalong perlahan mulai berhasil tercegah, tertanggulangi hingga tertolong.
Diketahui, memasuki tahun ketujuh, dihitung sejak tahun 2016 sampai dengan pertengahan tahun 2023, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong mencatatkan data, hanya menemukan sedikit kasus DBD dan masih dapat dihitung dengan jari, tanpa ada kematian.
Keberhasilan mengendalikan kasus DBD tersebut, papar Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani karena kerja keras seluruh pihak.
Termasuk dipengaruhi beberapa faktor diantaranya seperti faktor eksternal dan kondisi geografis wilayah.
“Selain dipengaruhi beberapa faktor, mencegah DBD juga dilakukan melalui perencanaan, kerja keras, komitmen bersama, kolaborasi dan sinergitas”, kata Bupati Tabalong pada Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan DAK Program P2P Tingkat Kalsel Tahun 2023 di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Kamis 13 Juli kemaren.
Didaulat sebagai narasumber, Anang menjelaskan bagaimana langkah Kabupaten Tabalong sehinng berhasil memberantas permasalahan DBD dengan kondisi daerah yang menjadi perlintasan provinsi Kalteng dan Kaltim.
Sebagai daerah perlintasan, Daerah Tabalong menjadi rentan terhinggapi DBD yang dibawa dari luar luar daerah.
‘Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab Tabalong untuk melakukan berbagai upaya. Baik itu berupa peningkatan fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik, puskesmas, upaya mitigasi, pembentukan tim, penyelenggaraan lomba-lomba kebersihan dan kesehatan hingga hal lainnya”, jelas Anang.
Diketahui, Kabupaten Tabalong tercatat paling rendah kasus DBD di Provinsi Kalimantan Selatan dan nomor empat secara nasional pada Tahun 2022 lalu.
Salah satu upaya menngendalikan dan mencegah DBD dilakukan melalui Inovasi Sapu AJA DBD (Sapuluh menit Abatisasi Jajantik Aides Demam Berdarah Dengue) dan G1R1J (Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik). (mer/din)